Kamis, 16 April 2015

Tentang kopi dan kamu

Apa yang anda pikirkan tentang kopi hitam ?
Pahit sudah tentu.
Warna hitam pekat dengan aroma harum yang khas mengingatkan pada seseorang yang menyukainya. Sruputlah kopimu dengan perlahan, telanlah dengan hati-hati supaya kamu bisa merasakan kenikmatanya.

Malam ini aku menyedu secangkir kopi, dengan racikan kopi dan gula lalu disedu dengan air panas. Ini sudah cukup untuk menemani ku malam ini. Menikmati rintikan hujan, ditemani lagu yang tak bosan menemani ku. Tempat tidur menjadi tempat yang paling nyaman ketika pundak merasakan lelah menompang berbagai masalah yang ada. Kali ini aku kembali dengan rentetan aksara yang selalu menggambarkan suasana.

Menoleh kearah lampu kecil yang terletak dimeja belajarku, membayangkan jika aku menjadi kopimu. Sesuatu yang memiliki kekhasan tersendiri dan selalu setia menemani hari-harimu, begitu dekat bahkan selalu hadir walaupun tidak menjadi prioritas utamamu tapi setidaknya aku selalu kamu hadirkan saat kamu butuh teman untuk merenung. Sedu aku dengan tambahan butiran butiran gula. Dengan alasan agar kamu merasakan berbagai rasa tidak hanya pahit yang kamu rasa, tetapi ada manis yang akan hadir ketika kamu tambah gula. Warna hitam pekat yang sudah melekat pada kopi, menandakan rasa pahitnya begitu teramat jika tidak kamu beri gula, ini alasan kedua kenapa kamu harus menambahakan butiran putih yang manis. Bunyi yang selalu hadir dari cangkir cantik ketika kamu mengaduknya. Aduk aku dengan perlahan agar bunyi yang tercipta begitu syahdu didengar telinga. Nikmati kopimu secara perlahan, karena aku masih ingin berlama-lama dengan mu, menemani dalam sepi. Menyaksikan mata dengan hiasan kacamata sedang berbinar-binar menyaksikan keindahan sang pencipta kehidupan. Walaupun akhirnya aku akan kamu habiskan, tetapi aku masih meninggalkan ampas, karena aku ingin tetap ada walau kamu tidak membutuhkan aku lagi. Aku kopi yang kamu sedu akan menjadi ampas kopi ketika diakhir. Tapi aku tetap ada dan selalu hadir :)

Wahai penikmat kopi, hadirkan aku dalam setiap kesepianmu. Aku berjanji akan memanimu, membuatmu selalu nyaman dengan rasa dan aroma khasku. Dan aku akan tetap hadir walaupun kamu tak membutuhkan ku. Karena diakhir aku hadir sebagai ampas kopi :)

Ratna dyah dwi islamiati | 16-04-15

Tidak ada komentar:

Posting Komentar