Pagi ini seakan mendapat peringatan dari Allah. Sekiranya kemarin telah melakukan dosa yang sengaja maupun tidak sengaja. Hati yang tidak tenang akibat lalai terhadap Penciptaku. Ingin rasanya hanya terfokus mencintai Allah saja. Tetapi kadang hati menyulut nada menghantarkan untuk kembali merindukan seseorang. Maafkan hati yang sering kali melakukan hal-hal diluar kendaliku ya Rabb. Tentang cinta padanya, ternyata kurang benar dimataMu. Masih banyak kekeliruan yang menyelimuti dalam diam. Tentang cinta yang katanya dalam diam. Aku pun kurang mengerti harus ku bagaimanakan cinta yang selalu berkembang. Mungkin pilihan untuk mengembalikan pria terbaik kepadaMu pilihan yang tepat. Dia bukan milikku sepenuhnya. Dia masih milikMu ya Rabb, masih menjadi hak utuhmu. Biarkan diri ini memperbaiki diri sehingga pantas bersanding dengan orang yang telah Engkau takdirkan untukku.
Cinta dalam diam, bukan hanya sekadar diam melainkan terus membenahi diri. Bila cinta kepadamu semakin berkembang mungkin ini sebagian rencana yang telah dirajutkan Allah untukku. Tugasku hanya berjalan turus dalam ridho Allah. Aku serahkan urusan cintaku kepadaMu ya Rabb. Jika Engkau izinkan nama ini tetap ada dihatiku, jagalah dia :) Agar aku tidak terlena terhadap cinta yang belum Engkau halalkan untukku. Jika memang nama itu harus Engkau sirnakan berikan keikhlasan hati, bahwa memang Engkau masih menginginkan kita merajut cinta hanya berdua ya Rabb.
Biarkan doa menjadi sarana abadi untuk melukiskan. Semoga engkau adalah dia yang Dia takdirkan untuk hatinya menjadi tempatku bersandar. Sekarang biarkan aku berserah pada Tuhanku. Tujuanku hidup hanya ingin kembali dengan jalan yang disukai Allah. Cinta dalam diamku tidak memikirkannya saat jauh. Bila memang dia biarkan doa yang menghapus jarak antara kita. Biarkan aku terus memantaskan agar pantas untuk diperjungkan. Biarkan doa menjadi saksi abadi tentang perasaan yang telah dijaga Tuhan. Pada munajat penuh tangis pada-Nya. Sesungguhnya Allah penentu cinta yang abadi. Biarkan, dan biarkan Allah menjadi petunjukku untuk memilih cinta yang direstui-Nya.
Ya Allah, bantu aku menata hati ini dan buatlah semuanya menjadi netral. Bila memang harus engkau netralkan. Bila memang cinta tak sesuai harapan. Bantu aku menyiapkan diri jika memang rencanaMu tidak sesuai dengan harapan. Agar aku bisa siap untuk terus bertaubat dijalanMu. Semoga ini bukan hanya wacana tanpa apresiasi yang nyata. Aku menulis bukan untuk membinasakan cinta. Aku hanya ingin berserah diri atas takdir yang telah dituliskan untukku.
Saat resah meminang saya, biarkan hati berkecambuk dengan Tuhanku. Dia adalah obat dari segala penyakit hati. Seakan rindu terhampar dan tergambar nyata dalam melodi semesta, yang telah apik membawa rindu sedekat ini. Hanya doalah yang mampu ku panjatkan, biarkan angin dan doa berbaur menjadi satu. Biarkan tersimpan manis sampai sang waktu mengizinkan untuk rasa bertukar rindu karena-Nya, dengan cara-Nya dan dalam kondisi yang telah dihalalkan-Nya.
Sesungguhnya aku takut atas murka Allah yang amat pedih. Pantas saja Allah murka terhadap orang yang berbuat zina dan yang mendekati zina. Nauzubillahhimindalik... Ya Allah, aku tidak ingin menjadi bahan bakar nerakaMu cuma gara-gara naluri cintaku terhadapnya yang membuatMu cemburu ya Rabb. Rindu ini memang tak sepatutnya melebihi rinduku pada-Mu. Aku sekarang mengerti apa yang harus aku lakukan. Biarkan ini menjadi rahasia antara Engkau dan aku. Terimakasih untuk peringatan menjadi wanita yang lebih anggun lagi. Semoga dapat mengispirasi banyak orang.
Bila ada seseorang yang berkata "Islam tu jangan yang islam banget lah, islam tu yang biasa-biasa saja". Enggak! Islam itu bukan biasa saja tetapi luar biasa. Semoga Allah memberi rahmat agar kita jauh lebih mendalami dan mencintai Allah. Untuk kamu pria yang baik. Maaf, jika pilihanku untuk mengembalikanmu pada Allah belum bisa diterima nalar. Biarkan Allah juga sama-sama membimbing kita dalam jalan-Nya.
Bukannya saya menolak cinta yang begitu indah. Tapi aku takut cintaku pada Allah terganggu hingga memberi ruang kepada cinta selain Allah. Kata-kata ini aku kutip dari sebuah sinopsis "Ku Tinggalkan dia karena Dia". Aku setuju dengan kata itu. Aku sungguh takut jika Allah cemburu dan sampai murka. Aku pun belum tau apakan namamu yang terlulis di lauh Mahfuzh. Apakah kamu yang akan mendampingi dan mendekatkan ku dalam surga Allah. Belum tentu. Hanya Allah yang mengetahui jawaban pasti dari pertanyaan ini. Hanya Allah yng tahu, bukan hatimu dan hatiku. Biarkan detak jantung ini resah akibat aku lalai terhadap perintahnya. Sepatutnya aku takut terharap balasan dari Allah atas dosa yang telah terbuat. Jangan sampai detak jantung ini resah akibat sesuatu hal yang diluar nalarku. Karena aku yang akan mempertanggungjawabkan atas apa yang telah dititipkan Allah untukku.
Ratna Dyah Dwi Islamiati | 02-07-15
Tidak ada komentar:
Posting Komentar